Tampilkan postingan dengan label Cerpen Persahabatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Persahabatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juni 2015

Cerpen Persahabatan : Mawar Yang Layu

Mawar Yang Layu
Bumi masih geli menertawakanku yang menangis layaknya bayi yang ditinggal pergi ibunya mencuci baju. Semua yang ada di ruangan ini pun saling berbisik membicarakan aku, gadis 30 tahun yang menangis seperti orang lupa usia. Namun aku tak peduli karena peristiwa sepuluh tahun yang lalu masih ada di kepalaku. Ketika Rani, gadis tanpa kaki mati bunuh diri di depan mataku. Dia rela menusukkan sebuah pisau dapur ke dalam perutnya tanpa menghiraukan aku yang berdiri di sampingnya. Bodohnya aku, sahabat sejak kecilnya tak kuasa menahan pisau berdarah menancap di perutnya. Padahal seandainya aku memang orang yang cerdas dan tanggap mungkin kejadian itu tak mungkin terjadi. Tapi semuanya memang salahku. Sahabat macam apa aku?

Sabtu, 18 April 2015

Cerpen Remaja Pesahabatan : Usia Muda Kami

USIA MUDA KAMI
            Aku baru saja pulang menyusuri udara malam bersama my best friends, Alex dan Adit. Trio A yang hidup selalu bahagia selama ini. Kami lewati bahagianya dunia ini secara bebarengan. Seperti prinsip hidup kami “Forever Young”. Bagi kami untuk mendapat barang mewah itu sangat mudah. Hanya tinggal sebutkan nama barang itu ke orang tua, tak akan lama barang itu sudah menjadi milik kami. Apa lagi bagi Alex dan Adit yang bapaknya saja sudah konglomerat. Buat ayahku saja yang hanya karyawan bawahan, akan sangat mudah untuk turuti kemauanku. Aku tinggal sebut “minta ini” ayahku sudah bergegas membelikanku. Maklum beginilah asyiknya anak tunggal seperti juga Alex dan Adit.

Cerpen tentang Pengkhianatan : Tipuan Sempurna

TIPUAN SEMPURNA
            Aku tak tega memandang wanita tua itu. Jika usia tuaku akan seperti itu pasti itu sangat sulit. Dia terus mencari dan bertanya-tanya siapa dirinya. Siapa jati dirinya? Dan dimana keluarga dia sebenarnya. Dia harus hidup sendiri dengan ketidaktahuan akan kebenaran jati dirinya. Bahkan dia baru kemaren tahu bahwa ada peristiwa yang sangat suram sebenarnya yang menimpanya. Ketika suaminya akan segera menghembuskan nafas terakhirnya dia ceritakan bagaimana peristiwa yang menimpa istrinya. Namun ceritanya tak lengkap karena sudah keduluan malaikat penyabut nyawa.

Cerpen Remaja : Rumitnya Sebuah Rahasia

Rumitnya Sebuah Rahasia
Dunia yang semakin sesak dengan berjuta manusia dan benda-benda. Mereka yang penuh dengan sejuta misteri dan aku tak boleh mengetahuinya. Dunia memanggilku Rian, anak kelas XII di sebuah SMA di Jakarta tahun 2014. Alasan ibuku memberikan nama kepadaku dengan istilah Rian, aku pun tak mengetahuinya dan aku pun tak berusaha mengetahuinya. Orang bilang aku cuek, tak ingin mencampuri urusan orang lain, dan aku misterius. Sikap cuek terhadap masalah orang lain terkadang dinilai cool sehingga banyak gadis-gadis di sekolah termasuk para primadona sekolah menyukaiku. Namun meskipun cuek, aku orangnya sealu ingin membantu kepada mereka yang memang butuh aku dan mau bercerita secara terbuka apa masalah mereka. Tetaplah, aku tetap tak ingin mencari tahu masalah mereka secara detail kecuali jika mereka memberi tahuku secara jelas. Namun jangan salah, sikap cuek yang bersemayam dalam karakterku tidak membuatku seperti orang sombong. Seperti misalnya, saat di jalan kujumpai nenek tua yang membawa belanja berat langsung kubawakan tanpa dimintanya meskipun aku hanya diam sambil membawa barang belanjaan mereka tanpa berusaha tahu nenek itu belanaja apa dan dimana. Aku juga selalu menyapa kepada setiap orang yang pernah aku temui bahkan hanya sekali ketemu makanya tidak jarang saat kusapa mereka ada beberapa yang justru bertanya dan merasa asing kepadaku. Mereka sama sekali tak mengenaliku. Bisa disebut sok kenal dan alhasil hampir satu sekolah mengenaliku. Ya sampai bisa dibilang aku orangnya peka tapi tidak peka. Aku hanya tak berusaha kepo terhadap setiap urusan manusia namun aku tetap berusaha menjadi orang yang selalu ada terhadap mereka yang butuh keberadaanku dan pertolonganku.