Aku masih bingung harus berbuat
apa-apa. Disaksikan berlembar-lembar kertas yang berserakan tak beraturan, aku
masih termenung dalam kamar berukuran 3m x 3m. Ruangan ini benar-benar pengap dan
jenuh aku memandangnya. Setelah hampir enam tahun aku bersemayam dalam kamar
ini. Sampai baunya benar-benar khas minyak wangiku.
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 13 Oktober 2015
Sabtu, 18 April 2015
Cerpen Remaja Pesahabatan : Usia Muda Kami
USIA MUDA KAMI
Aku baru saja pulang menyusuri udara
malam bersama my best friends, Alex
dan Adit. Trio A yang hidup selalu bahagia selama ini. Kami lewati bahagianya
dunia ini secara bebarengan. Seperti prinsip hidup kami “Forever Young”. Bagi
kami untuk mendapat barang mewah itu sangat mudah. Hanya tinggal sebutkan nama
barang itu ke orang tua, tak akan lama barang itu sudah menjadi milik kami. Apa
lagi bagi Alex dan Adit yang bapaknya saja sudah konglomerat. Buat ayahku saja
yang hanya karyawan bawahan, akan sangat mudah untuk turuti kemauanku. Aku
tinggal sebut “minta ini” ayahku sudah bergegas membelikanku. Maklum beginilah
asyiknya anak tunggal seperti juga Alex dan Adit.
Cerpententang Lingkungan : Surga Terbengkalai
SURGA TERBENGKALAI
Masih saja kupandangi indahnya alam
yang menyapa. Tak ingin aku segera beranjak dari sini. Biru di atas sana tanpa
ada asap kelabu yang merisau. Burung-burung berterbangan dengan gembiranya
bersiul menyapaku yang tengah berdiri dengan santainya. Hidungku semakin
dimanja menghirup sejuknya udara pagi. Bibir tersenyum berbahagia dan penuh
bangga memandang alam di desaku. Hijau desaku yang subur, indah, dan permai.
Para petani tengah sibuk dengan sawahnya yang penuh padi yang begitu hijaunya
tanaman ini. Tegur sapa muncul di raut mereka terhadapku. Kubalas mereka dengan
lambaian tangan penuh anggunnya.
Minggu, 05 April 2015
Cerpen Remaja : KAWAN DUNIA LAIN
KAWAN DUNIA LAIN
Sebenarnya aku benar-benar tak tega
melihat sahabatku ini menangis dengan kerasnya seperti melihat keluarganya
dibakar hidup-hidup oleh warga. Ranti terus saja memohon ampun untuk
teman-temannya. Meskipun kami yang ada pada saat itu yang bersamanya
benar-benar tak melihat apa pun kecuali Ranti, orang di sekeliling kami, dan
pepohonan itu.
Jumat, 06 Maret 2015
Cerpen Pendidikan : Mereka Tak Tahu tentang Kami
MEREKA TAK
TAHU TENTANG KAMI
Nalarku tak habis pikir mengapa di
zaman canggih seperti ini masih saja ada keributan karena masalah pembagian
makanan. Masa aku tinggal di sini sudah hampir habis dan tak henti-hentinya
kutemukan mereka yang tersakiti karena ulah mereka sendiri. Hampir setiap hari
ada yang harus menjadi korban bahkan tak jarang mereka yang mati karena
perkelahian ini. Aku menjalankan tugas dari pemerintah untuk ikut memajukan
desa ini dengan mengajari mereka yang menjadi bibit-bibit bangsa. Meskipun aku
sudah ikhlas namun rasa takut dalam hati masih saja muncul, kalau-kalau aku
juga ikut terbunuh oleh sengketa antara desa yang aku tinggali dengan desa
tetangga sana. Hanya ada masalah sepele saja selalu mereka selesaikan dengan
perang fisik dan akhirnya hanya mempengkeruh keadaan saja. Alhasil penyelesaian
tak terampungkan. Kasihan anak-anak yang tak tahu apa-apa yang harus menerima
imbasnya. Ikut terluka sedangkan untuk meghindar atau melawan saja mereka tak
bisa. Seperti hari ini, yang hanya masalah aliran air menuju sawah saja mereka
tak segan mengadakan tawuran dengan menyerang desa yang aku tempati ini.
Cerpen Keluarga Menyedihkan : Gaza dan Kenangan Kakak
Gaza dan
Kenangan Kakak
Foto dengan bingkai indahnya tergeletak di atas meja dan terus
tak henti-hentinya dipandangi Ifa (23). Air mata bercucuran keluar dari kedua
kelopak matanya. Kakaknya, Umi, dirinya, dan adiknya, Ali tengah saling
beranagkulan dalam foto kusam tersebut. Mereka tampak saling mencintai dan
peduli satu sama lain. Digenggamnya jilbab kusam milik kakaknya tempo dulu.
Dipandangnya langit-langit rumah di Kota Berlin, Jerman sambil tersenyum ikhlas
merona pasrah akan kuasa Tuhan yang Maha Esa.
Langganan:
Postingan (Atom)
Arsip Blog
-
▼
2019
(13)
- ▼ 09/22 - 09/29 (3)
- ► 09/01 - 09/08 (1)
- ► 07/28 - 08/04 (3)
- ► 07/21 - 07/28 (1)
- ► 07/07 - 07/14 (5)
-
►
2018
(1)
- ► 04/22 - 04/29 (1)
-
►
2016
(20)
- ► 03/13 - 03/20 (2)
- ► 03/06 - 03/13 (10)
- ► 02/28 - 03/06 (6)
- ► 01/10 - 01/17 (2)
-
►
2015
(133)
- ► 12/13 - 12/20 (5)
- ► 10/18 - 10/25 (8)
- ► 10/11 - 10/18 (6)
- ► 10/04 - 10/11 (1)
- ► 09/27 - 10/04 (7)
- ► 09/20 - 09/27 (5)
- ► 09/13 - 09/20 (5)
- ► 09/06 - 09/13 (15)
- ► 08/30 - 09/06 (11)
- ► 07/12 - 07/19 (10)
- ► 06/14 - 06/21 (3)
- ► 06/07 - 06/14 (6)
- ► 05/31 - 06/07 (28)
- ► 04/12 - 04/19 (12)
- ► 04/05 - 04/12 (1)
- ► 03/01 - 03/08 (10)