Rabu, 09 Maret 2016

Jika Kalian Mengalami Hal Ini Masih Ada Alasan untuk Terus Berbuat Jail (Dampak Negatif Jail)


Terkadang dari kita memang sering berbuat jail dengan orang-orang di sekitar kita. Tidak ada maksud apa pun selain ingin membuat suasana lebih pecaah atau lebih ramai. Kejailan memang terkadang membuat suasana lebih hangat atau menyenangkan karena menggelikan atau melucukan akibat ulah kekonyolan dari seorang teman. Dengan kejailan kita juga dapat menjadikan suasana lebih akrab atau menyenangkan. Kita tidak lagi merasa canggung atau salah tingkah terhadap teman. Akibatnya suasana akrab akan lebih terjalin.

Namun ada beberapa dari kita yang tidak bisa membedakan mana yang disebut bercanda dan mana yang disebut jail. Kalau bercanda, kita membuat kekonyolan dan obyeknya bisa kita atau orang lain. Sedangkan jail, subyeknya sudah pasti orang lain. Tapi meskipun demikian, ada yang terkadang lepas kontrol. Bercanda atau jail sangat terlalu sehingga merugikan orang lain, misalnya membuat mereka celaka.
Pendapat orang sudah barang tentu akan berbeda. Ada yang berpendapat bahwa jail menyebabkan suasana akrab akan lebih terjalin namun ada juga dari mereka yang akan merasa risih terhadap sikap jail seseorang. Apalagi jika itu membahayakan.
Efek negatif jail banyak sekali. Salah satu contohnya adalah rasa kurang percaya seseorang terhadap kita karena sifat suka bohong yang sering kita lakukan. Selain itu banyak keburukan yang bisa disebabkan oleh kejailan, misalnya rasa mengganggu. Okay, gue akan share ke kalian beberapa efek kejailan yang ada di sekitar gue. Nah, kalau kalian udah baca postongan ini bisa deh langsung dicoment.
Ini adalah kisah asli dari seseorang yang karena kebiasaan jail yang dilakukan menyebabkan kehidupannya brantakan tak karuan. Apa yang ke depannya akan terjadi memang siapa yang tahu kecuali Tuhan yang mengatur segala apa alam semesta dan seisinya. Jadi ceritanya gue punya tetangga, yakni sepasang suami istri yang kemaren baru aja nikah. Bahkan baru punya anak satu. Nah, istrinya udah lama jadi tetangga gue bahkan dulu waktu kecil teman sepermainan gue. Waktu kecil istrinya memang jail banget ke semua orang, makanya sampai punya anak sikap jailnya pun masih bertahan. Suatu ketika, di kontak BBM-nya ada pin nyasar. Pin tersebut sering banget ngontak ke dia. Kontaknya sih kayanya yang punya cowok. Karena sering banget ngontak, awalnya sih cuek tapi lama kelamaan muncul sifat jailnya dulu.
Dia pun sering banget nanggepin apa yang dikatakan sang cowok. Tapi emang bener guys. Ternyata awal jail bisa saja jadi seriusan. Meskipun dia udah punya anak dan suami, dia jadi keblinger dan masih aja nanggepin inbox cowok nggak dikenal tersebut. Suaminya yang pulang dari Kalimantan pernah suatu ketika mergokin BBMnya. Dan terjadiah perdebatan besar. Awalnya jail ternyata bisa jadi hal serius. Kalau pun mau ngejelasin ke suaminya bahwa dia cuman iseng, mana ada suami yang percaya. Iseng kok dalam hal status hubungan. Apalagi mereka kan udah punya anak. Gue sih sebagai tetangga sejak dulu percaya bahwa si istri memang cuman ngajak jail. Nggak maksud selingkuh atau pun hal lain. Karena kecilnya dia emang gitu. Jailnya nggak ketulungan.
Bahkan waktu kecilnya dia pernah dikeluarin dari sekolah gara-gara sifat jailnya. Pernah bawa tikus dari rumah terus dilempar ke cowok-cowok lah, pernah ngegembesin ban guru, nyoret-nyoret tembok, nyuri buah pepaya untuk sekadar dicecerin ke lantai sekolah, dll. Hal yang paling serius adalah dia pernah bikin bocor kepala orang. Jadi ceritanya ada anak yang baru duduk di kursi.  Sebut saja namanya Tedi. Nah, tiba-tiba Tedi berdiri. Kemudian sama si jail ini, menggeser kursi yang baru saja diduduki Tedi. Pas begitu Tedi mencoba duduk lagi, kursi pun lenyap dan dia pun terjatuh. Alhasil kepala kena meja belakang, dijahit deh. Banyak pokonya bukti nyata kejailannya. Sampai kini dia sudah bersuami.
Saking nggak percayanya, suaminya malah milih cerai. Upps, kejailan berujung fatal. Ini mungkin teguran buat dia. Kejailannya sudah lewat batas. Hanya karena kejailan yang sepele, dia harus kehilangan suami dan anak.
Bagi temen yang jail, kurangi dikit deh jailnya. Bagaimana pun, kalau lagi apes hal sepele bisa jadi masalah besar. Kalau udah kaya gini, terus mau apa? Semoga teman-teman bisa mengambil hikmah dari cerita meskipun nggak ada menarik-menariknya yang juga dikemas dengan bahasa yang acak adul.
Sebenarnya gue juga punya banyak dampak negatif jail yang gue alamin sendiri. Bahkan kalau ditulis di sini mungkin nggak muat. Iya, karena saking banyaknya. Gue akuin gue dulunya memang sedikit jail. Bahkan gue nulis ini karena gue baru ngalamin imbas tak sedap dari sifat jail gue. Okay, jadi gue putusin bahwa dampak negatif jail riil dari hidup gue yang akan ke ceritain ke kalian adalah kisah yang belum lama ini gue alamin.
Jadi gini, gue punya temen namanya Doni. Nah suatu ketika dia punya HP baru yang sedikit mahal. Katanya udah bidik HP itu setahun yang lalu tapi baru kesampean saat ini karena uangnya baru ada. Suatu saat dia pernah main ke rumah gue. Entah sekedar cerita aja atau pamer, gue juga nggak tahu. Gue tahu kalau dia emang sedikit takut sama yang namanya reno (sejenis hewan dalam istilah Jawa seperti cacing, suka merayap di dinding, dan menyala seperti api), makanya gue takut-takutin aja dia pakai hewan ini. Nah, saking takutnya refleks dia lempar handphone barunya ke arah gue. Dan OMG, handphonenya retak.
Awalnya gue nggak percaya, masak HP baru dilempar jarak dekat langsung tak berbentuk. Apalagi harganya mahal. Tapi bagaimana pun, gue sendiri juga yang ngrusak. Meskipun pakai tangan dia yang melempar, tapi dia nglempar juga karena ulah gue. Gue pun mulai klabakan. Padahal saat itu gue bener lagi nggak punya duit. Mana saat itu lagi liburan panjang, jadi gue nggak dapat gaji dari orang tua. Mikir-mikir, gue sempet mau bawa ke counter tapi kalau dibenerin kayanya udah nggak bisa. Udah seperah itu. Kalau gue kasih HP gue ke dia, malah dianya yang nggak enak. Akhirnya gue minta keringanan waktu buat ngumpulin dana dulu. Orangnya sih nggak marah diam aja, tapi semenjak itu dia nggak pernah lagi main ke tempat gue. Meskipun 2 juta melayang tapi alhamdulillah gue dapat pelajaran baru. Bercanda boleh tapi jangan terlalu. Happy ending karena semenjak gue gantiin handphone-nya gue masih temenan baik ke dia sampai saat ini.
Nah jika sudah membaca artikel di atas masihkah kalian ingin menjaili orang-orang di sekitar. Jail atau bercanda tak ada yang melarang namun jika dilakukan berlebihan bisa saja membahayakan orang di sekitar. Tidak hanya orang sekitar namun bisa saja diri kamu sendiri. Boleh jail asal sesuai takarannya.
Jika kalian punya cerita pahit karena kejailan kalian atau teman kalian di sekitar boleh share di sini melalui komentar, nanti yang terpilih akan gue posting di part dua dan selanjutnya.

Akhir kata, gue minta maaf kalau ada salah tulisan, baik secara tata bahasa, informasi, atau pun salah makna. Yang jelas gue mohon kritik dan saran. Bisa kalian benarkan jika salah atau yang punya unek-unek bisa ditambahi. Di kolom komentar nggeh agar yang lain juga bisa lebih tahu. Okay terimakasih. Semoga bermanfaat. See you next time. Jangan lupa tengok posting gue yang lain ya. Terimakasih.

Tidak ada komentar: