Rabu, 09 Maret 2016

Ciri-Ciri Orang Ambisius yang Harus Kamu Waspadai


Ambisi akan suatu hal boleh dan itu sering disebut obsesi. Tapi kalau ambisi itu terlalu tinggi hingga menutup nurani hati itu sih ambisius. Ambisius sangat tidak baik jika dipelihara di hati. Iya, karena selain menjadikan hati tak tenang, ambisius juga bisa menyebabkan kita jauh dari pertemanan, persaudaraan, dan kesetiakawanan. Malah yang ada karena nggak punya temen dan saudara, langkah kita jadi nggak sampai tujuan atau bahkan tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Karena sebenarnya, perlu kamu ketahui bahwa pertemanan, persaudaraan, dan kesetiakawanan justru mendekatkan kita pada rezeki.

Bagi kalian yang sekolah, bekerja, atau kuliah pasti mempunyai suatu ambisi untuk mendapatkan prestasi. Ada beberapa yang memiliki ambisi terlalu tinggi hingga menutup mata hatinya untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Jika kalian mempunyai rekan yang memiliki sifat demikian atau ambisius, itulah yang harus dihindari. Nah di sini akan gue paparkan ciri-ciri dari orang ambisius agar kalian lebih berwaspada serta berusaha menghindarkan diri dari sifat-sifat yang demikian.

Berpikir bahwa pendapatnya selalu benar dan berusaha keras untuk mempertahankan pendapatnya
Nah ini dia orang-orang yang senang ngotot saat diskusi. Bukan otak yang bekerja malah otot yang bertindak sehingga malah emosi sendiri. Sebenarnya orang-orang yang ambisius ini belum tentu mereka yang ngotot, tapi ada juga mereka yang masih dengan sante saat diskusi tapi masih saja ngeyel saat pendapatnya di sanggah. Mereka merasa seolah dewa yang selalu benar dan tahu segalanya. Mereka terus saja berjuang bahwa pendapatnyalah yang terbenar meskipun palu keputusan telah diketuk.
Berpikir selalu serius dan sepaneng
Mereka adalah orang-orang yang nggak bisa membedakan mana yang termasuk suasana serius dan mana waktunya bercanda dan sante. Harus serius dan berpikir pada hal yang sama. Mereka akan terus sepaneng berpikir pada hal yang tengah menjadi ambisinya. Makanya karena otak terus saja berpikir pada hal yang ambisinya, tak mungkin mereka menikmati pada saat harus bersantai. Iya karena nggak mungkin otak mereka berpikir hal cabang.
Tidak senang di saat teman senang
          Ciri ini nih yang sangat melekat pada diri orang ambisius. Jelaslah merasa tidak senang saat teman senang meskipun masih dalam tanda kutip maksudnya senang karena baru saja meraih apa yang diinginkan orang ambisius tersebut. Dia akan merasa tersaingi karena rasa ambisiusya tersebut menuntutnya harus menjadi terbaik meskipun terkadang menghindarkannya dari sifat-sifat humanisnya.
Mau berbagi susah tapi tak mau berbagi kesenangan
          Dalam meraih apa yang menjadi ambisinya tersebut, akan ada halangan dan kelebihan yang dia punya. Halangan akan membuatnya lemah, sedangkan kelebihan akan membuatnya kuat. Dengan membagi kesusahan yang ia punya, kekurangannya akan dibagikan ke yang lain sehingga mempermudah meraih apa yang diinginkan. Sedangkan kebiakan yang ia punya akan tetap ia miliki tanpa mau ia berbagi. Dengan seperti itu mereka akan berpikir, bahwa kelemahan yang ia bagikan untuk orang lain serta keunggulan yang ia simpan sendiri akan melemahkan orang lain dan memperkuat diri sendiri. Dengan begitu, pikirnya akan menunjang menjadi terbaik meskipun caranya begitu pengecut.
Emosi yang naik turun
Pikiran yang terus serius, pusing, dan sepaneng membuat otot mereka mengencang. Akibatnya mereka jadi susah tersenyum. Kalau pun harus tersenyum itu muncul terpaksa bukan dari hati. Ini nih yang membuat mereka memiliki emosi tinggi. Tapi ada kalanya mereka menjadi bahagia yang terlalu. Itu disebabkan karena ambisi mereka telah teraih. Nah sebab-sebab demikian yang membuat emosi mereka naik-turun, susah dipahami, namun mudah ditebak. Kalau mereka sedih yang terlalu berarti ambisi mereka gagal, kalau pusing terlalu berarti ambisi mereka sedang proses pemenuhan, dan kalau happy terlalu berarti ambisi telah tercapai.
Kurang empati
          Ambisinya adalah hal terpenting dan pikiran serta energinya semata-mata ia dedikasikan untuk impiannya. Bukan hah lain, apalagi hal-hal untuk kepentingan sosial. Inilah yang menyebabkan mereka jadi kurang empati terhadap hal-hal sekeliling.
Rela mengorbankan teman untuk kepentingan diri sendiri
          Ambisinya adalah hal terpenting dibandingkan segalanya bahkan nilai dari dirinya sendiri. Teman hanyalah jembatan meraih mimpi bukan untuk mereka tempat berbagi. Maka tak jarang dari mereka yang mengesampingkan persahabatan hanya untuk impian yang akan dia jadikan kenyataan.
Berjuang sendiri dan tanpa mengajak yang lain tapi saat teman berjuang dia harus diajak
          Biasanya ambisinya itu adalah menjadi nomor satu bukan menjadi terbaik dari yang terbaik. Maksudnya adalah jika menjadi nomor satu yang terpenting adalah menjadi nomor satu meskipun saingan yang lain masih berkualitas di bawah rata-rata. Lain dengan yang ingin menjadi terbaik dari terbaik, dia sanggup berjuang menjadi terbaik dan terus berusaha serta tak pantang menyerah meskipun saingannya hebat-hebat. Di sini selain dia berjuang, dia juga akan mengenal proses belajar sehingga akan mendapat ilmu yang berarti. Orang ambisius dalam berjuang menginginkan menjadi nomor satu maka tak jarang jika lawan sedikit pikirnya akan memudahkannya untuk menjadi nomor satu.
Mau berbuat curang dan sanggup main belakang
          Ambisinya yang menggebu telah menutup nuraninya untuk membedakan mana yang baik dan mana yang kotor. Jalan yang curang bukanlah halangan untuknya berusaha bahkan bisa dilakukan demi secara praktis mendapatkan impiannya. Orang ambisius cenderung menyukai hal-hal instan.
Berpacu pada hasil
          Ini adalah kelanjutan dari ciri-ciri di atas. Mereka akan berpacu pada hasilnya dibandingkan menikmati proses dan pengalaman apa yang akan mereka dapat. Maka tak jarang kegagalan hanya akan merusak mereka dan memukul mundur mereka bukan sebagai ajang dan cambuk untuk mereka coba lagi.
Iri dan dengki
          Inilah adalah kelanjutan dari ciri-ciri senang saat kawan susah dan susah saat kawan senang. Perasaan iri dan dengki hanya akan menyelimuti perasaan mereka terlebih saat teman setujuan telah lebih dahulu meraih apa yang ia impikan. Padahal jika kita ketahui perasaan buruk semacam ini bisa memutarbalikkan keharusan konsen pada tujuan menjadi keharusan merusak kesenangan orang lain. Jika sudah terjadi demikian, perlu hati-hati ya teman.
Itulah dia ciri-ciri orang-orang dengan sifat ambisius. Ambisi boleh ada tapi berlebihan juga tidak dianjurkan. Ini adalah hasil dari riset gue ke temen-temen gue yang mempunyai ambisi lumayan tinggi. Nggak seratus persen bener karena ini merupakan hasil riset gue dan rekan gue, Deni mengenai teman-teman kampus kami yang memiliki sifat ambisius. Kalau ada dari temen kalian dengan sifat demikian itu, harus diwaspadai. Mereka itu tuh yang suka nusuk dari belakang. Dan bagi kalian yang merasa memiliki sifat demikian cobalah belajar untuk sedikit demi sedikit menghilangkan. Iya atau tidak merasa, mulailah berbenah diri. Bukannya mawas diri itu wajib? Dan satu pesan gue, kalau ada dari temen kalian yang menurut kalian mempunyai salah satu dari sifat di atas tapi ngakunya nggak ambisius, alah itu mah pencitraan.

Okay terimakasih banyak gue sampaikan karena kalian telah menyisihkan waktu sedikit buat baca postingan gue kali ini. Tak ada gading yang tak retak pasti banyak kesalahan dari postingan ini. Untuk itu gue minta maaf serta kritik dan saran sangat dibutuhkan untuk kebaikan gue dan postingan ini selanjutnya. Kalau ada unek-unek atau ada yang kalian merasa salah atau kurang lengkap bisa dishare di kolom komentar ya agar yang lain juga lebih tahu. Berbagi pengetahuan itu indah. Bye..bye. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar: