Rabu, 16 Maret 2016

Cerpen Cinta Menyedihkan : Tujukan Jasadnya Part 2


Tunjukan Jasadnya Part 2
Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi. Baru aku ingat terakhir aku tidur adalah pukul 4 sore kemaren. Itu pun hanya satu jam. Ini yang membuatku semakin lelah. Di kedua mataku seperti ada kunang-kunang.

Cerpen Cinta Menyedihkan : Tujukan Jasadnya Part 1


Tunjukan Jasadnya Part 1
Aku masih bingung kenapa orang ini selalu lalu-lalang di depan rumahku. Orang ini seperti kurang kerjaan. Di tangannya terdapat sebuah patung kuda yang dipegang erat. Dan nampaknya usianya tidak begitu tua dan mungkin hampir sama dengan pamanku. Jika dia waras aku yakin dia seharusnya tidak melakukan hal seperti ini. Bertindak mondar-mandir tidak jelas. Dia bisa mencari uang, entah itu menjadi tukang kayu, kuli, atau mencari sampah. Pekerjaan semacam ini mungkin akan lebih baik daripada melakukan pekerjaan yang tidak jelas seperti ini. Sesekali dia menatapku dan tersenyum sempit kepadaku. Meskipun aku tahu ini bukan ulahnya melainkan ini ulah setan, tapi aku balas saja senyumannya.