Selasa, 01 September 2015

Laporan Observasi Manajemen Sekolah Madrasah Tsanawiyah Matholiul Ulum Banjaragung Jepara

Laporan Observasi Manajemen Sekolah Madrasah Tsanawiyah Matholiul Ulum Banjaragung Jepara
            Berikut ini admin akan sharing tentang laporan observasi manajemen sekolah. Pasti yang baca ini adik angkatan admin terus lagi ada tugas untuk observasi kan? Ingat ya buat referensi aja bukan untuk dikumpulin ke dosen. Terimakasih dan semoga bermanfaat.


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
Guna membantu tercapainya tujuan yang diharapkan, dunia pendidikan yakni sekolah memerlukan sistem pengelolaan yang baik terhadap kompenen-kompenen  sekolah. Pengelolaan yang baik terhadap komponen-komponen sekolah tersebut sering disebut dengan manajemen sekolah.
Manajemen sekolah merupakan bagian dari manajemen pendidikan. Manajemen sekolah terbatas hanya pada satu sekolah saja, sedangkan manajemen pendidikan meliputi seluruh kompenen sistem pendidikan. Manajemen pendidikan bisa pula menjangkau sistem yang lebih luas dan besar yaitu regional, nasional, bahkan internasional. Manajemen sekolah adalah penerapan manajemen pendidikan dalam organisasi sekolah sebagai salah satu kompenen dari sistem pendidikan yang berlaku.
Penerapan manajemen di sekolah dapat lebih mengendalikan substansi pendidikan di suatu sekolah atau manajemen berbasis sekolah agar dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan benar-benar terintegrasi dalam suatu sistem kerja sama sehingga tercapailah tujuan sekolah secara efektif dan efisien. Implementasi manajemen berbasis sekolah  sebenarnya merupakan manajemen terhadap kompenen-kompenen sekolah itu sendiri. Ada tujuh kompenen sekolah yang harus dikelola dengan baik dalam rangka Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), yaitu kurikulum dan program pengajaran, tenaga kependidikan, kesiswaan, keuangan, sarana prasarana pendidikan, pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat, serta manajemen pelayanan khusus lembaga pendidikan.
Sehubungan dengan hal ini penulis melakukan observasi ke sekolah guna memenuhi tugas dari mata kuliah Manajemen Sekolah serta dapat mengetahui secara langsung bagaimana manajemen komponen-komponen di sekolah yaitu MTs Matholiul Ulum Banjaragung di Jepara. Oleh karena itu dengan adanya observasi yang penulis lakukan, penulis dapat mendapatkan informasi yang sebenarnya tentang manajemen sekolah lalu untuk kemudian penulis terapkan di suatu kelak.
1.2.       Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian Manajemen Sekolah?
2.    Apa saja komponen-komponen mamanjemen sekolah?
3.    Bagaimana Profil Madrasah Tsanawiyah Matholiul Ulum Banjaragung di Kabupaten Jepara?
4.    Bagaimana sistem manajemen komponen-komponen sekolah di Madrasah Tsanawiyah Matholiul Ulum Banjaragung di Kabupaten Jepara?
1.3.       Tujuan
1.    Untuk mengetahui dan memahami pengertian manajemen sekolah.
2.    Untuk mengetahui dan memahami komponen-komponen manajemen sekolah.
3.    Untuk mengetahui profil Madrasah Tsanawiyah Matholiul Ulum Banjaragung di Kabupaten Jepara.
4.    Untuk mengetahui dan memahami sistem manajemen komponen-komponen sekolah di Madrasah Tsanawiyah Matholiul Ulum Banjaragung Jepara.
1.4.       Manfaat
1.        Manfaat Teoritis
Mahasiswa dapat mengetahui secara langsung bagaimana profil sekolah yang diobservasi dan sebagai calon pendidik, mahasiswa dapat mengetahui secara langsung bagaimana implementasi manajemen komponen-komponen yang ada di sekolah yang diobservasi  guna mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien.
2.      Manfaat Praktis
Mahasiswa dapat memiliki pengetahuan untuk masa depan dan menerapkan secara langsung implementasi manajemen komponen-komponen di sekolah yang telah diobservasi. Serta tidak hanya menerapkan begitu saja namun perlu diperbaiki apabila terdapat kekurangan pada implementasi manajemen komponen-komponen di sekolah yang telah diobservasi.





























BAB II
PEMBAHASAN
2.1.       Manajemen Sekolah
Dalam perkembangan istilah manajemen disamakan dengan istilah administrasi. Perbedaan keduanya terletak pada ruang lingkupnya saja. Administrasi lebih luas dibanding dengan manajemen. Keduanya menekankan pada tercapainya efisiensi dan efektivitas kerja untuk keuntungan yang lebih besar.
Pengertian manajemen sekolah sebenarnya merupakan aplikasi ilmu manajemen dalam bidang persekolahan. Manajemen sekolah dapat dipandang secara esensial dari tigat sudut pandang yang berbeda, yakni sebagai ilmu, seni, dan proses kegiatan.
Sebagai ilmu karena manajemen sekolah karena ada objek yang dipelajari, yakni kerjasama sekelompok orang, memiliki metode untuk mempelajarinya, dan memiliki sistemika baik di dalam mempelajarinya maupun aplikasinya. Sebagai seni karena ditekankan bagaimana seorang manajer dapat mempengaruhi dan mengajak orang lain untuk secara bersama-sama menyelesaikan suatu pekerjaan. Manajemen sekolah dipandang sebagai proses kegiatan kareana di dalamnya terdiri dari kegiatan yang bersifat manajerial dan operatif.
Pada hakekatnya tujuan manajemen sekolah tidak terlepas dari tujuan sekolah sebagai suatu organisasi. Sebagai suatu organisasi tujuan yang ingin dicapai yang disebut tujuan institusional (kelembagaan) baik tujuan institusional umum maupun tujuan institusional khusus. tujuan institusional umum mengacu pada jenjang dan jenis pendidikan sedangkan tujuan institusional khusus disamping mengacu pada jenjang dan jenis pendidikan juga diwarnai penyelenggara pendidikan itu sendiri. Tujuan akhir dari manajemen sekolah adalah membantu memperlancar pencapaian tujuan sekolah agar tercapai efektif dan efisien.
Fungsi manajemen sekolah dilihat dari aktivitas atau kegiatan manajemen meliputi kegiatan manajerial dan kegiatan operatif. Kegiatan manajerial dilakukan yang dilakukan oleh para pemimpin yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan, penilaian, pelaporan, dan penentuan anggaran. Sedangkan kegiatan yang bersifat operatif yakni kegiatan yang dilakukan oleh para pelaksana, yaitu ketatausahaan, perbekalan, kepegawaian, keuangan, dan humas.
Prinsip manajemen sekolah adalah landasan-landasan yang dijadikan dasar dalam melaksanakan fungsi atau pekerjaan manajemen sekolah. Prinsip-prinsip manajemen sekolah yaitu efisiensi, efektivitas, pengelolaan, pengutamaan tugas pengelolaan, kerjasama, dan kepemimpinan yang efektif.
Ruang lingkup manajemen sekolah yaitu luasnya bidang garapan manajemen sekolah. Secara subtansial meliputi bidang kurikulum, bidang kesiswaan, bidang personalia, bidang sarana, dan bidang prasarana.

2.2.       Komponen-Komponen Manajemen Sekolah
Ruang lingkup komponen manajemen sekolah secara substisional terdapat enam komponen yang harus dikelola dengan baik dalam rangka pencapaian tujuan sekolah. Berikut enam kmponen tersebut:
1.    Manajemen peserta didik
Peseta didik adalah seorang yang terdaftar dalam suatu jalur, jenjang, dan jenis lembaga pendidikan tertentu, yang selalu ingin mengambangkan potensi dirinya baik pada aspek akademik maupun non akademik melalui proses pembelajaran. Manajemen Peserta Didik (siswa) adalah seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh peserta didik yang bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan dalam bidang kesiswan agar kegiatan pembelajaran di sekolah lancar, tertib, dan teratur.
2.    Manajemen personal
Manajemen Personal atau organisasi sekolah merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara kontinu para pegawai di sekolah, sehingga mereka dapat membantu atau menunjang kegiatan-kegiatan sekolah khususnya kegiatan belajar mengajar secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Para personel harus dikelola dengan baik agar mereka senantiasa aktif dan bergairah dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Kegiatan administrasi personel meliputi penyiapan atau pengadaan, penataan atau penempatan atau pengangkatan, ujian dinas, kenaikan pangkat atau jabatan, pembinaan, pengembangan, penilaian dan pemberhentian atau pemutusan hubungan kerja.
3.    Manajemen Anggaran biaya
Manajemen Anggaran biaya sekolah merupakan seluruh proses kegiatan yang dilaksanakan atau diusahakan untuk memenuhi biaya operasional sekolah atau pendidikan, sehingga kegiatan operasional pendidikan semakin efektif dan efisien, demi membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Secara garis besar kegiatannya meliputi pengumpulan atau penerimaan dana, yang sah (dana rutin, SPP, sumbangan BP3, Donasi, dan usaha-usaha lainnya), penggunaan dana, dan pertanggungjawaban dana kepada pihak-pihak terkait yang berwenag.
4.    Manajemen Husemas (Hubungan sekolah dengan pihak masyarakat)
Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan untuk mendapatkan simpati dari masyarakat sehingga kegiatan operasional sekolah atau pendidikan semakin efektif dan efisien, demi membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Pada hakikatnya sekolah merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, seperti orang tua murid atau anggota badan pembantu penyelenggaraan pendidikan (BP3). Demikian pula hasil pendidikan pelaksanaan sekolah akan menjadi harapan masyarakat, maka kegiatan sekolah harus terpadu dengan masyarakat.
5.    Manajemen Kurikulum
Manajemen kurikulum merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan sungguh-sungguh serta pembinaan secara kontinyu terhadap situasi belajar secara efektif dan efisien demi membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah diharapkan. Secara opersional kegiatan administrasi atau manajemen kurikulum itu dapat meliputi tiga kegiatan pokok, yaitu kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru, peserta didik, dan seluruh sivitas akademika atau warga sekolah atau lembaga pendidikan.
6.    Manajemen Layanan Khusus
Manajemen layanan khusus atau sarana dan prasarana sekolah meliputi manajemen purpustakaan, kesehatan, dan keamanan sekolah. Dengan sarana dan prasara yang memadai tentu proses pencapaian tujuan sekolah akan lebih efektif dan efisien.
2.3.       Profil Madrasah Tsanawiyah Matholiul Ulum Banjaragung Jepara
VISI
Visi dari Madrasah Tsanawiyah Matholiul Ulum Banjaragung  Bangsri  adalah : CERDAS   DAN SHOLEH
MISI
Untuk mencapai visi madrasah tersebut, misi dari penyelenggaraan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Matholiul Ulum Banjaragung  Bangsri adalah sebagai berikut:
1.    Menyelenggarakan pendidikan  Tingkat Tsanawiayah yang terjangkau Masyarakat Luas.
2.    Meningkatkan  proses pembelajaran yang menyenangkan berkualitas dengan berpijak pada syariat Agama Islam berhaluan Ahlussunnah  wal jama’ah.
3.    Membentuk anak didik yang cerdas terampil dan berbudi pekerti yang luhur.
TUJUAN
Tujuan yang diharapkan dari penyelenggaraan pendidikan di  MTs Matholiul Ulum Banjaragung Bangsri adalah:
1.    Lulusan Madrasah Tsanawiyah Matholiul Ulum   dapat melaksanakan shalat dengan baik dan benar serta tertib, dapat membaca al-Quran dengan benar dan tartil,  hafal surat Yasin dan Juz Amma dan mempunyai dasar-dasar keimanan, amaliah ala Ahlussunnah Waljama’ah (Tahlil, Al Barjanji, Manaqib, Ziarah Kubur, Talqin Mayyit, Do’a Qunut, dll) dan akhlakul karimah, sehingga siswa mampu bergaul di masyarakat
2.    Lulusannya  mempunyai semangat dalam menggali ilmu pengetahuan
3.    Lulusannya mempunyai dasar-dasar keilmuan secara optimal, sehingga mampu memecahkan masalah dan mempunyai kepekaan sosial
4.    Terjadi peningkatan rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) serta mampu berkompetisi pada tingkat nasional.
5.    Siswa dapat berkomunikasi dengan bahasa inggris dan bahasa arab baik secara aktif maupun pasif sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
6.    menjadi pilihan utama bagi masyarakat sehingga dapat meningkatkan animo siswa baru.
7.    Terjalinnya kerja sama yang harmonis antara lembaga dan steakholder yang ada di lingkungan madrasah
8.    Terjadi peningkatan kepedulian dan kesadaran warga madrasah terhadap keamanan, kebersihan dan keindahan lingkungan madrasah

PROFIL
1.        Nama Sekolah                                : Madrasah Tsanawiyah Matholiul
 Ulum
2.        Alamat                                            : Jl. KH. Abd Manan Klumosari
 Banjaragung
3.        Kecamatan                                      : Bangsri
4.        Kabupaten                                      : Jepara
5.        Nomor Telepon                               : (0291) 771647
6.        Email                                              : mtsmu_banjaragung@yahoo.co.id
7.        Nama Kepala Sekolah                    : Nur Hadi, S.Pd.I
8.        Kategori Sekolah                            : Swasta
9.        Tahun Didirikan                             : 1986
2.4.  Manajemen Komponen Sekolah di MTs
1.    Manajemen Peserta Didik
Rekap  Jumlah Peserta Didik  Tahun Pelajaran  2014/2015
NO
KELAS
PESERTA DIDIK
JUMLAH
PA
PI
1
VII A
14
20
2
VII B
12
22
3
VII C
15
17
JUMLAH
41
59
100
1
VIII A
16
18
2
VIII B
15
17
JUMLAH
31
35
66
1
IX A
24
2
IX B
23
3
IX C
29
JUMLAH
29
47
76
Sedangkan jumlah peserta didik empat tahun tahun terakhir mengalami naik turun. Hal ini karena jumlah rombongan belajar yang belum stabil mengingat jumlah ruang kelas yang terbatas dan juga adanya pembatasan jumlah pada setiap kelasnya menjadi 32 peserta didik. Dilihat dari pendaftar calon peserta didik, empat tahun terakhir mengalami kenaikan.
Data jumlah peserta didik dalam empat tahun terakhir
Tahun
Kelas VII
Kelas VIII
Kelas IX
Total
L
P
L
P
L
P
L
P
JML
2010/2011
51
50
48
40
46
41
145
131
276
2011/2012
41
49
50
49
52
38
143
136
277
2012/2013
50
50
38
45
35
44
123
139
262
2013/2014
51
52
30
48
30
38
111
138
249

Pada tahun pelajaran 2013/2014 MTs. Matholiul Ulum Banjaragung Bangsri mampu menampung lulusan dari SD/MI sebanyak 8 rombel peserta didik. Sebagai perbandingan dengan tahun-tahun sebelumnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Jumlah Calon peserta Didik yang mendaftar dan yang diterima
Tahun
Calon Peserta Didik
Peserta Didik Diterima
Persentase Peserta Didik Diterima (%)
L
P
JML
L
P
JML
2010/2011
51
50
101
50
51
100
99%
2011/2012
41
49
90
41
49
90
100%
2012/2013
50
50
100
50
50
100
100%
2013/2014
53
57
110
53
57
110
100%

Dalam waktu empat tahun ini, MTs. Matholiul Ulum Banjaragung Bangsri menerima peserta didik berbeda karena lokasi dan ruang kelas yang belum terpenuhi untuk stabilnya rombongan . Data rombongan belajar dalam tiga tahun terakhir:
Tahun
Kelas
Total
VII
VIII
IX
2012/2013
3
3
3
9
2013/2014
3
3
2
8
2014/2015
2
3
3
8

MTs. Matholiul Ulum Banjaragung  Bangsri dalam rangka menampung lulusan SD/MI dengan melalui seleksi/ranking nilai UASBN, mengingat terbatasnya daya tampung Madrasah dibandingkan dengan jumlah pendaftar. Pada tahun pelajaran 2013/2014 dengan data sebagai berikut :
Asal peserta didik Kelas VII tahun pelajaran 2013/2014
No
Asal peserta didik
SD
MI
Jumlah
L
P
L
P
1
Pendaftar
23
20
30
27
110
2
Diterima
23
20
30
27
110

Nilai UASBN calon peserta didik yang masuk ke MTs. Matholiul Ulum Banjaragung Bangsri pada umumnya rendah. Namun pada tahun pelajaran 2013/2014 ini ada peningkatan rata-rata dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu  7.05.
Nilai UASBN Peserta Didik Tahun Pelajaran 2013/2014
No
Jml
Mata Pelajaran UASBN
Bhs. Indo.
MTK
IPA
Jumlah
Rata-rata
1
Pendaftar
110
Nilai tertinggi
9.60
10.00
9.62
29.22
9.74
Nilai Terendah
6.19
2.75
4.25
13.19
4.40
Rata-rata
7.90
6.38
6.94
21.21
7.07
2
Diterima
110
Nilai tertinggi
9.60
10.00
9.53
29.13
9.71
Nilai Terendah
6.19
2.75
4.25
13.19
4.40
Rata-rata
7.90
6.38
6.89
21.16
7.05

Sebagian besar peserta didik MTs. Matholiul Ulum Banjaragung Bangsri berasal dari keluarga petani dan sebagian berasal dari keluarga kurang mampu/miskin.
Kondisi Peserta didik Tahun Pelajaran 2013/2014
No
Keadaan Peserta didik
Kelas VII
Kelas VIII
Kelas
Jml
IX
L
P
L
P
L
P
1
Peserta didik mampu
20
15
30
21
18
17
115
2
Peserta didik tidak mampu
7
6
8
4
8
6
40
3
Peserta didik berkebutuhan khusus
-
-
-
-
-
-

Peserta didik MTs. Matholiul Ulum Banjaragung Bangsri berasal dari daerah di sekitar madrasah/sekolah yang yang tersebar dari beberapa desa di Kecamatan Bangsri, Kembang, Mlonggo dan Jepara.
 Bagi peserta didik yang kurang mampu atau miskin .diusulkan untuk mendapat bantuan pendidikan yang berasal dari BSM juga dari instansi lain yang menyediakan dan memberikan bea peserta didik bagi peserta didik yang kurang mampu.
Rekap Jumlah penerima bantuan dana pendidikan, bea peserta didik.
No
ASAL BANTUAN
JUMLAH PENERIMA
KETERANGAN
1
BSM DEPAG
93


JUMLAH
93


Prosentase kelulusan pada tahun pelajaran 2012/2013 berjumlah 100%. Sebagai perbandingan untuk empat tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel berikut

Tahun
Peserta Ujian
Kelulusan
L
P
Jml
L
P
Jml
%
2010/2011
46
41
87
46
41
87
100%
2011/2012
52
38
90
52
38
90
100%
2012/2013
35
44
79
35
44
79
100%
2013/2014
30
38
68
30
38
68
100%

Rata-rata Nilai UN dalam Empat Tahun Terakhir
NO
TAHUN

UJIAN NASIOANAL
BHS. INDO
BHS. ING
MTK
IPA
1
2010/2011
Nilai tertinggi
8.80
9.40
9.50
9.00
Nilai Terendah
5.60
5.60
4.50
5.50
Rata-rata
7.04
7.56
7.72
6.85
2
2011/2012
Nilai tertinggi
8.86
8.94
8.54
8.85
Nilai Terendah
7.92
7.29
7.14
7.32
Rata-rata
8.38
7.74
7.58
7.79
3
2012/2013
Nilai tertinggi
9.80
9.00
9.75
10.00
Nilai Terendah
4.20
1.80
2.75
25.00
Rata-rata
7.74
5.29
7.02
7.89
4
2013/2014
Nilai tertinggi
9.40
8.60
9.75
8.25
Nilai Terendah
4.00
2.40
1.50
2.00
Rata-rata
6.91
4.79
4.25
4.63

2.    Manajemen Personalia/Organisasi
Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan MTs. Matholiul Ulum Banjaragung Bangsri pada tahun pelajaran 2013/2014 ini berjumlah    24  orang dengan perincian sebagai berikut :
STATUS
KEPEGWAIAN
TENAGA PENDIDIK
TENAGA KEPENDIDIKAN
JUMLAH TOTAL
L
P
JML
L
P
JML
PNS DEPAG







PNS DPK







NON PNS
12
9
21
2
2
4
25
JUMLAH
12
9
21
2
2
4
25

Kepala Sekolah
   Dalam manajemen sekolah di Mts. Matholiul Ulum Banjaragung Bangsri yang menjadi peran kepala sekolah adalah sebagai berikut:
1.    Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan.
2.    Mengembangkan organisasi madrasah sesuai dengan kebutuhan.
3.    Memimpin madrasah dalam rangka pendayagunaan sumber daya madrasah secara optimal.
4.    Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru serta penempatan dan pengembangan peserta didik.
5.    Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan madrasah dengan prosedur yang tepat.
6.    Merencanakan tindak lanjut.
Tenaga Pendidik
Tenaga pendidik ( Guru ) merupakan salah satu komponen yang sangat penting dan  menentukan bagi berhasil tidaknya penyelenggaraan proses pembelajaran di Sekolah/Madrasah. Oleh karena itu dalam pengelolaan pendidikan,  kondisi tenaga pendidik ( Guru ) ,  terutama dari segi jumlah, jenjang dan  klasifikasi pendidikan serta pengalaman, perlu mendapat perhatian dalam pengelolaan pendidikan, termasuk di lembaga pendidikan MTs. MATHOLIUL ULUM BANJARAGUNG  BANGSRI.
Keadaan tenaga pendidik ( Guru )  MTs. MATHOLIUL ULUM BANGSRI Tahun Pelajaran 2012/2013, seluruhnya berjumlah 26 orang, terdiri dari 2 guru PNS, 23 orang guru tetap yayasan ( GTY ) dan 1 orang guru tidak tetap Yayasan.
Rasio jumlah guru dengan jumlah peserta didik adalah 47: 965 atau 1 : 20. Sedangkan jumlah guru yang memiliki kualifikasi S2 : 2 orang guru ( 4.2 %), S1 sebanyak 41 orang ( 87 % ), D3 sebanyak 1 orang ( 2.1% ), D2 1 orang guru dan SLTA sebanyak 2 orang (4.2 % ).
Peran guru di Mts. Matholiul Ulum Banjaragung dalam membantu kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah, yaitu:
1.    Melaksanakan KBM serta melaporkan kepada kepala sekolah.
2.    Melakukan bimbingan dan konseling.      
Tenaga Kependidikan
Tenaga kependidikan dalam pengelolaan pendidikan merupakan bagian yang penting dan  tak terpisahkan  dengan tenaga pendidik. Dia berfungsi untuk melayani berbagai keperluan yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran, baik dari segi keuangan, ketenagaan, sarana prasarana, kerumah tanggaan, perpustakaan dan lain-lain.
Keadaan tenaga kependidikan MTs. MATHOLIUL ULUM Banjaragung  Bangsri Tahun Pelajaran 2013/2014, seluruhnya berjumlah 4 orang, terdiri dari 2 orang pegawai tetap Yayasan  dan 2 orang pegawai tidak tetap Yayasan.
Peran Tenaga Kependidikan untuk membantu kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah:
1.    Membantu tugas administrasi sekolah.
2.    Membuat surat-surat yang berhubungan dengan bidang akademik dan kesiswaan.
3.    Merekap data masuk maupun keluar.
Pengawasan antarpersonalia di Mts. Matholiul Ulum Banjaragung Bangsri:
1.      Pengawasan Kepala Sekolah terhadap Guru:
a. Mengkaji rangkuman hasil penilaian.
b. Apabila tujuan supervisi tidak tercapai, dilakukan penilaian ulang terhadap pengetahuan, keterampilan, dan sikap guru yang menjadi tujuan pembinaan.
c.  Membuat rencana supervisi akademik terintegrasi.
d. Mengimplementasikan rencaan supervisi akademik tersebut pada periode berikutnya.
2.      Pengawasan seorang kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan:
a. Pengawasan kepala sekolah dapat melalui penilaian-penilaian atas diri sendiri, seperti penilaian oleh siswa, penilaian oleh rekan syawat, penilaian oleh atasan langsung.
b. Kepala Sekolah dapat menilai dari aspek kesungguhan dalam kerja keras, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
3.      Pengawasan guru dan tenaga kependidikan terhadap kepala sekolah:
a. Guru menyusun progam pengawasan secara obyektivitas.
b. Mengawasi kinerja kepala sekolah mencakup supervisi, evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut hasil pengawasan.
Berikut adalah cara Kepala MTs. Matholiul Ulum Banjaragung dalam memotivasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan:
1.    Berpikiran positif
2.    Menciptakan perubahan yang kuat.
3.    Membangun harga diri.
4.    Mementingkan perasaan.
5.    Ciptakan keberanian, kerja keras, dan bersedia belajar dari masa lalu.
6.    Ingin selalu menjadi yang terbaik.
7.    Membasmi sikap yang menunda-nunda.

3.    Manajemen Anggaran dan Biaya
Keuangan MTs. Matholiul Ulum Bangsri bersumber dari :
1)   BOS
2)   BOSP
3)   Pendampingan BOS
4)   Komite
5)   Sumber lain : Dana Hibah/ blockgrant dll.
Dengan Penggunaan Belanja Rutin seperti : Administrasi, Belanja Pegawai, Pemeliharaan, Rekening Listrik, telpon, internet, PAM, dan lain sebagainya. Berikut adalah rencana pendapatan tahun 2012/2013:
No
Sumber Dana
Total 4 th.
Tahun 2012/2013
JUMLAH
Uang
Barang
Bentuk
Nilai (Rp)
1
2
3
4
5
6
7
I
BOS

 658.525.000



II
APBD KAB.






a. BOSP

 6.050.000



III
APBD PROV.






a. PBOS

 43.100.000










IV
APBN






a. BSM






b. Tun. Fungsional





V
KOMITE





VI
a. SPP

 225.300.000




b. Iuran / Sumbanan





VII
BLOCK GRANT/ SSQ





VIII
SUMBER LAIN













TOTAL






4.         Manajemen HUSEMAS
a.    Komite Madrasah
Komite Madrasah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta  masyarakat  dalam   rangka peningkatan mutu, pemerataan dan efisiensi pengelolaan pendidikan  disatuan   pendidikan.
Tujuan :
a.    Mewadahi dan menyalurkan aspirassi dan prakarsa masyarakat
b.    Meningkatkan tanggung jawab dan peranserta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan
c.    Menciptakan suasana dan kondisi transparan, akuntabel,dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di satuan pendidikan
Peran  :
a.    Sebagai Pemberi Pertimbangan
Anggota komite sekolah yang memahami perannya sebagai pemberi pertimbangan maka akan memberikan pertimbangan secara aktif dalam :
a)   penyusunan RKS, RKTM,
b)   pelaksanaan program RKS/M dan atau RKAS/M.
c)   pengelolaan sumberdaya: SDM, Sarana Prasarana, Anggaran Kurikulum, urusan yang lain
b.    Sebagai Pendukung
Bentuk dukungan yang telah diberikan kepada madrasah berupa : Gagasan, Pemikiran, pendanaan, Barang, maupun Jasa, tenaga kerja
c.    Sebagai Pengontrol
Komite sekolah melakukan monitoring terhadap :
1)   Pelaksanaan RKM, RKTM
2)   Output madrasah : hasil evaluasi, kurikulum, angka mengulang
3) Laporan keuangan madrasah
d.   Sebagai Mediator Penghubung antara pemerintah dan masyarakat
Komite sekolah sebagai mediator penghubung antara wali peserta didik dengan pemangku kepentingan madrasah
a)        Menyampaikan usulan-usulan dari Orang Tua Peserta Didik.
b)        Membantu hubungan dengan Dinas Pendidikan/ Kandepag.
c)        Membantu hubungan dengan berbagai Dinas terkait lainnya.
d)        Membantu hubungan dengan aparat kecamatan
e)        Membantu hubungan dengan tokoh masyarakat/tokoh agama.
f)         Membantu hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI)
b.    Pengurus Komite Madrasah dan Latar Belakangnya
Pengurus Komite Mts. Matholiul Ulum Bangsri meliputi beebrapa unsur yang ada di masyarakat yakni Tokoh Masyarakat, Wali Peserta didik, Guru Madrasah.

5.    Manajemen Kurikulum
Penyusunan Struktur kurikulum didasarkan atas standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran yang telah ditetapkan oleh BSNP. Madrasah atas persetujuan Komite Madrasah dan memperhatikan keterbatasan sarana belajar serta minat peserta didik, menetapkan pengelolaan kelas sebagai berikut ini.
1.    MTs. Matholiul Ulum Banjaragung Bangsri menerapkan sistem paket. Peserta didik mengikuti pembelajaran sesuai dengan yang telah diprogramkan dalam struktur kurikulum.
2.    Jumlah rombongan belajar  8 rombel. Kelas VII (3 rombel),  kelas VIII (3rombel)dan Kelas IX (3 rombel).
3.    Siswa dianjurkan mengikuti kegiatan ekstra sesuai minat dan bakat masing-masing.
Muatan Lokal
Muatan lokal yang akan dilaksanakan adalah
1)        Bahasa Jawa
2)        Ke NU an.
3)        Qiro’atul Kutub
4)        Qiro’atul Qur’an
Kegiatan Pengembangan Diri
Pengembangan diri di MTs. Matholiul Ulum diarahkan untuk pengembangan karakter peserta didik  sehingga menjadi pribadi yang mandiri dalam mengatasi persoalan hidup, baik persoalan pribadi, kemasyarakatan maupun kebangsaan. Pengembangan diri juga dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik  dengan mempertimbangkan kondisi sumber daya Madrasah.Secara khusus pengembangan diri bertujuan untuk:
a.    Meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan
b.    Membangkitkan sikap patriotisme dan sportifitas peserta didik
c.    Meningkatkan kemandirian peserta didik
d.   Meningkatkan sosiabilitas peserta didik
e.    Membentuk sikap enterpreunershif peserta didik
Pengembangan Diri dilaksanakan di bawah koordinator guru Bimbingan Konseling, pelatih, pembina ekstakurikuler, guru mata pelajaran dan seluruh personil MTs.Matholiul Ulum. Pengembangan diri dilaksanakan di luar KBM.
Pengembangan Diri di MTs. Matholiul Ulum dilaksanakan melalui kegiatan sebagai berikut:
a.    Pembentukan Karakter Melalui Pembiasaan Dalam Kegiatan
 Rutin
a)    ­Membaca Solawat  setiap hari sebelum belajar
b)   Sholat  Dzuhur berjamaah setiap hari
c)    Melaksanakan ibadah rutin di luar sekolah (lingkungan masing-masing)
d)   Upacara  Bendera  2 kali satu bulan
e)    Berdo'a  sebelum  dan  sesudah  belajar
f)    Pemeriksaan  kebersihan  badan  serta pakaian sebelum  masuk kelas
g)   Membersihkan kelas serta halaman sebelum dan sesudah belajar
Terprogram
a.)      Kegiatan  keagamaan  (Pesantren  Kilat), Hafalan Juz Amma, Surat Yasiin.
b.)      Pembiasaan menabung, infaq, dan shodaqoh
c.)      Pekan  Kreativitas  dan  olahraga  antar  kelas
d.)     Peringatan  Hari Besar Islam (HBI) dan Hari Besar Nasional (HBN)
e.)      Karya wisata, study  tour
Spontan
a)        Memberi  salam
b)        Membuang  sampah  pada  tempatnya
c)        Membiasakan  antri
d)       Membantu  temannya  yang  terkena  musibah
e)        Berdiskusi  dengan  baik  dan  benar
f)         Makan dan minum secara islami
Teladan
a)        Berpakaian rapih bersih, dengan atribut sekolah  lengkap
b)        Memakai seragam sesuai dengan jadwal pemakaiannya
c)        Tepat  waktu dalam  segala  hal
d)       Penampilan sederhana
e)              Tidak merokok


b.    Pengaturan Beban Belajar
MTs. Matholiul Ulum menggunakan sistem  paket  yang dialokasikan  dalam  struktur  kurikulum  sebagai  berikut :
1.    Satu  jam pembelajaran  per tatap  muka : 40 menit
2.    Jumlah  jam  pembelajaran per  minggu   : 48 jam pelajaran
3.    Hari  PBM                                                            : Sabtu s.d. Kamis
4.    Minggu  efektif  per tahun  pelajaran       : 35  Minggu
5.    Beban  belajar  penugasan  terstruktur  dan  kegiatan  mandiri tidak terstruktur  maksimum  30% dari jumlah waktu kegiatan tatap  muka  dari mata  pelajaran  yang  bersangkutan.
6.    Alokasi waktu untuk praktik adalah satu jam tatap muka setara dengan dua jam kegiatan praktik di Madrasah atau empat jam praktik di luar Madrasah.
7.    Alokasi waktu untuk pengembangan ekspresi dan potensi diri disesuaikan  dengan  jenis pengembangan  yang  dipilih
8.    Pengembangan diri dalam rangka pembentukan karakter disesuaikan  dengan kondisi, situasi,  dan konteks Madrasah.

c.    Ketuntasan Belajar
Ketuntasan belajar di tetapkan untuk tiap Indikator Pencapaian Kompetensi Dasarnya dengan kriteria logis adalah sebesar 75% untuk tiap Indikator Pencapaian Kompetensi Dasar
Ketuntasan belajar setiap mata pelpelajaran disesuaikan dengan kompleksitas, intake siswa, dan sarana  prasarana.  Dengan menganalisa segala aspek dan ketentuan penghitungannya maka penentuan ketuntasan ini dalam tahun pelajaran 2012/2013 MTs.
Kenaikan Kelas dan Kelulusan
1.      Kenaikan kelas dilakukan dengan mempertimbangkan hasil nilai pada semester dua
2.      Rata - rata nilai untuk semua mapel sekurang – kurangnya adalah 60
3.      Nilai Mapel (Qur'an Hadits, Fiqih, Aqidah Akhlak, PKn, Bahasa Indonesia) tidak boleh ada nilai kurang dari KKM
4.      Memiliki nilai dibawah KKM paling banyak 3 mapel selain mapel pada poin 3
5.      Nilai kualitatif untuk Pengembangan Diri dan Kepribadian adalah :
A = Memuaskan  (  85 – 100 )
B = Baik              (  75 – 84   )
C = Sedang          (  55 – 74  )
D = Kurang          (  < 55       )
6.      Nilai Sikap / Kepribadian yang meliputi Kelakuan dan Kerapian minimal B, dan nilai lainnya minimal C.
7.      Nilai Kerajinan minimal C, didasarkan pada kehadiran siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dengan ketentuan sebagai berikut :
A = 0         Alpha ( S dan I tidak diperhatikan)
B = 1 – 4   Alpha
C = 5 – 8   Alpha
D = 9 – 16 Alpha
E =  > 16   Alpha
Kriteria Kenaikan Kelas  :
1.      Kenaikan kelas dipertimbangkan berdasarkan nilai raport semester II.
2.      Kriteria Kenaikan Kelas :
a.       Tidak boleh ada nilai dibaeah 50,0 (lima puluh koma nol)
b.      Jika semua indikator, HB (Hasil belajar, KD (kompetensi dasar), dan SK (Standar Kompetensi ) suatu mata pelajaran telah terpenuhi ketuntasannya maka siswa dianggap telah layak naik kelas berikutnya.
c.        Jika Siswa masih belum menuntaskan  indikator, HB, KD, dan SK  pada lebih 4 mata pelajaran sampai batas akhir tahun, maka siswa harus mengulang dikelas yang sama.
d.      Untuk memudahkan administrasi maka siswa diharapkan mengulang semua mata pelajaran beserta SK, KD, HB, dan sekolah mempertimbangkan mata pelajaran SK, KD, HB dan Indikator yang tuntas pada tahun ajaran sebelumnya, apabila nilai mata pelajaran yang telah tuntas mendapat nilai dibawah KKM.
e.       Siswa yang belum tuntas SK, KD, HB < 4 mata pelajaran tersebut diulang paka kelas lanjutan sampai memenuhi batas minimal katuntasan. Teknik pengaturan PBM diserhkan kepada guru.
f.       Siswa tidak masuk karena ijin dan tanpa keterangan maksimal 20% , dari jumlah hari efektif pembelajaran setahun. ( 210 Hari ).
g.      Siswa wajib mengikuti salah satu kegiatan pengembangan diri yang diselenggarakn oleh sekolah dengan nilai minimal C.
Kelulusan
Kelulusan  dilaksanakan  setelah  siswa  menyelesaikan  seluruh  program pembelajaran  dari  kelas  VII s.d  IX. Adapun  ketentuannya  sebagai  berikut :
1)   Sesuai dengan ketentuan PP N0 19/2005 ps. 72 ayat 1 peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah:
a.    Menyelesaikan seluruh program pembelajaran, dan kelompok mata pelajaran Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan.
b.    Lulus Ujian Sekolah untuk kelompok mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
c.    Lulus Ujian Nasional.
2)   Persentasi  kehadiran  minimal 75% = 157 hari
3)   Perilaku/sikap  dengan  kriteria  baik
Predikat  Kelulusan :
Nilai kelulusan / NILAI Akhir (NK) dihitung dengan menggunakan formula berikut :
NA = (0,4 x M) + (0,6 UN)
M   = (0,4 x SMT) + (0,6 UM)
Keterangan :
NA         =    Nilai Akhir kelulusan
M           =    Nilai Madrasa    h
UM        =    Ujian Madrasah
SMT      =    Rata-rata semeter 1-5

d.   Pengembangan Silabus dan Perencanaan Pembelajaran
1.    Silabus untuk setiap mata pelajaran tersedia.
Silabus yang dikembangkan dan disusun oleh guru maupun MGMP baik tingkat madrasah maupun tingkat kabupaten meliputi semua mata pelajaran yang diajarkan di madrasah termasuk mata pelajaran muatan lokal.
2.    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP )
Sebagai persiapan dan pelaksanaan pembelajaran, kelompok guru dan MGMP juga menyusun dan merencakan pelaksanaan pembelajaran ( RPP ).
e.    Kegiatan ekstra kurikuler dan pengembangan di Madrasah.
Untuk membantu pengembangan minat dan bakat peserta didik, madrasah merencanakan program ekstra kurikuler sebagai berikut :
a)    Tilawatil Qur’an
b)   Komputer
c)    KIR ( Karya Ilmiah Remaja )
d)   Pramuka
e)    PMR ( Palang Merah Remaja )
f)    Mapel Olimpiade
g)   Rebana
h)   Tenis Meja


6.    Manajemen Layanan Khusus
Komponen/kategori berikutnya yang tidak kalah pentingnya dalam pengelolaan pendidikan, adalah komponen sarana dan prasaran. Kondisi sarana dan prasarana MTs. Matholiul Ulum Banjaragung  Bangsri pada saat ini dapat kami gambarkan sebagai berikut :
1. Tanah Madrasah
Luas tanah MTs. Mathpliul Ulum Banjaragung  Bangsri seluruhnya berjumlah 1.365 m2 yang terdiri dari :
Sumber Tanah Madrasah
Status kepemilikan
Sudah Bersertifikat
Belum Bersertifikat
Pemerintah
-
-
Mandiri/Beli sendiri
-
-
Wakaf/sumbangan/hibah
1.365 m2
-
Pinjam
-
-

2.    Bangunan Madrasah
Luas tanah MTs. Matholiul Ulum Banjaragung  seluruhnya berjumlah 1.365  m2, bangunan dua lantai dengan luas bangunan 1.141 m2 dan dipakai untuk lain-lain 224 m2.
3.      Mebelair
Tersedia Meja Kursi untuk kegiatan belajar mengajar sejumlah peserta didik, sehingga dapat mendukung kenyaman. Pada tiap ruang tersedia meubeler sesuai kebutuhan dari ruang tersebut.



BAB III
PENUTUP
3.1.   SIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat penulis simpulkan bahwa komponen-komponen manajemen sekolah merupakan hal yang utama dan sangat mendukung demi kelangsungan pembelajaran di suatu sekolah sebagai suatu organisasi. MTs Matholiul Ulum Banjaragung di Jepara telah menerapkan sistem manajemen yang baik dimana masing-masing komponen manajemen sekolah sudah direncanakan, diorganisir, digerakkan, dan diawasi dengan baik dan masing-masig bidang telah di alokasikan pada pengajar yang telah berkompeten dibidangnya serta pada waktu yang efektif. Sehingga masing-masing bidang manajemen sekolah dapat berjalan dengan baik, efektif dan efisien.
3.2.       SARAN

Sebaiknya pihak sekolah lebih meningkatkan pengembangan manajemen sekolah atau paling tidak mempertahankan agar kualitas dan mutu sekolah tetap baik dan dapat bertambah baik. Setiap komponen-komponen manajemen sekolah hendaknya lebih meningkatkan pelayanan untuk pihak internal maupun eksternal sehingga tujuan jangka panjang dan pendek dapat tercapai secara efektif dan efisien.

Tidak ada komentar: