Selasa, 14 Juli 2015

Nilai Keanekaragaman Hayati


Nilai Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati memiliki beragam nilai atau arti bagi kehidupan. Ia tidak hanya bermakna sebagai modal untuk menghasilkan produk dan jasa saja (aspek ekonomi) karena keanekargaman hayati juga mencakup aspek sosial, lingkungan, aspek sistem pengtahuan, dan etika serta kaitan di antara berbagai aspek ini. Berdasarkan uraian tersebut, berikut ini setidaknya ada 6 nilai keanekaragaman hayati yang bisa diuraikan:

a.    Nilai eksistensi merupakan nilai yang dimiliki oleh keanekaragaman hayati karena keberadaannya (Ehrenfeld, 1991). Nilai ini tidak berkaitan dengan potensi suatu organisme tertentu.
b.    Nilai Jasa Lingkungan
Nilai jasa lingkungan yang dimiliki oleh keanekaragaman hayati ialah dalam bentuk jasa ekologis bagi lingkungan dan kelangsungan hidup manusia. Sebagai contoh jasa ekologis ,misalnya, hutan.
c.    Nilai Warisan
Nilai warisan adalah nilai yang berkaitan dengan keinginan untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati agar dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang. Nilai ini acap terkait dengan nilai sosio-kultural dan juga nilai pilihan.


d.   Nilai Pilihan
Keanekaragaman hayati menyimpan nilai manfaat yang sekarang belum disadari atau belum dapat dimanfaatkan oleh manusia; namun seiring dengan perubahan permintaan, pola konsumsi dan asupan teknologi, nilai ini menjadi penting di masa depan
e.    Nilai Konsumtif
Manfaat langsung yang dapat diperoleh dari keanekaragaman hayati disebut nilai konsumtif Dari keanekaragaman hayati. Sebagai contoh Dari nilai komsumtif ini ialah pemanfaatan keanekaragaman
f.     Nilai Produktif
Nilai produktif adalah nilai pasar yang didapat dari perdagangan keanekaragaman hayati di pasar lokal, nasional maupun internasional. Nilai dan manfaat keanekaragaman tersebut antara lain:
1.Pasokan makanan
   1.1. Hewan
               Hanya beberapa dari spesies hewan yang telah didomestikasi untuk produksi makanan. Pada dasarnya semua protein dari hewan hanya berasal dari domestikasi hewan liar yang pernah dilakukan oleh manusia, termasuk proses pemeliharanya. Contoh ikan menjadi hewan yang didomestikasi melalui teknik akuakultur saat ini dikonsumsi oleh hasil tangkapan laut.
1.2. Tanaman
               Hanya sebagian kecil tanaman di dunia yang telah dimanfaatkan untuk bahan makanan dalam sekala besar sementara perekonomian menjadi semakin global. Manusia cenderung mengkonsentrasikan beberapa spesies saja sehingga hanya 90% saja. Contohnya gandum, jagung, dan beras.
2. Produk Pestisida Alami
Masyarakat lokal telah menemukan beberapa tumbuhan berguna sebagai racun atau obat-obatan. Chrysanthemum pertama kali digunakan seabad lalu di timur tengah untuk obat kutu. Bijinya mengandung purethren. Telah digunakan sampo obat kutu dan obat semprot serangga serta obat nyamuk bakar.
1.      Obat-obatan
Potensi untuk menemukan obat-obatan pada organisme sangat besar. Kurang lebih ada 121 berasal dari tumbuhan tingkat tinggi. Seperti: morfin, codeine, quinine, antropine dan digitalis.
Tumbuhan liar mengembangkan mekanisme pertahanan kimiawi selama jutaan tahun, yakni racun yang spesifik menyerang tumbuhan. Meskipun bahan kimia yang di kembangkan tumbuhan liar sering beracun, terkadang bila diberikan dengan dosis dan cara yang tepat atau diubah sifat kimiawinya dapat digunakan untuk obat. Contoh beberapa tumbuhan yang digunakan untuk obat, seperti tapak dara untuk kanker dan diabetes, kunir untuk maag dan hepatitis, kumis kucing untuk sakit kencing batu dan ginjal.
2.      Pupuk
Penelitian yang dilakukan baru – baru initelah berhasil mengidentifikasi spesies bakteria dari lautan dalam yang mampu menambat nitrogen, lalu  mengonversinya menjadi bentuk untuk pupuk
3.      Bahan Baku Rumah Tunggal atau Industri
Organisme dapat digunakan sabagai baha baku rumah tangga atau industri, misalnya saja serat dari serat ulat sutra, bioplimer seperti plastik, telah dihasilkan dari bakteri dan secara teoritis dapat dihasilkan oleh tanaman. Sehingga senyawa kimia dapat diproduksi dengan menumbuhkan tanaman tertentu.
4.      Manfaat Lingkungan
Organisasi liar melakukan fungsi-fungsi lingkungan ysang vital dan kita mengalami kesulitan untuk melakukannya sendiri. Seperti contohnya kelelawar menyerbuki sukun, jambu, biji, durian, mikroorganisme nendekomposisi sampah, cacing tanah membalik tanah dan menyuburkan.

Tidak ada komentar: